Postingan

Guru Profesional Abad 21

Guru Profesional Abad 21 Jumaena Guru Inti Pusat Belajar Guru (PBG) Gowa Apa yang terbayang dalam benak Anda ketika mendengar pertanyaan “Apa perbedaan guru jaman sekarang dan guru jaman dulu?” Akan banyak spekulasi jawaban kan? Padahal pada dasarnya yang membuat berbeda adalah keadaan masyarakat. Sejarah telah mencatat, bahwa saat Jepang diluluhlantahkan oleh Sekutu pada Perang Dunia II tahun 1945, informasi   yang pertama kali ingin diketahui oleh kaisar jepang pada waktu itu “ Masih berapa guru kita yang hidup?”. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Jepang terhadap guru. Maka tidak mengherankan jika Jepang dapat membalik keadaan dalam kurun waktu yang tidak begitu lama. Bagaimana dengan negara kita? Sudah menjadi rahasia umum berdasarkan hasil berbagai survei posisi Indonesia jika ditinjau dari berbagai aspek, Indonesia masih kalah dengan negara-negara ASEAN lainnya. Akan tetapi, sekarang bukan saatnya mencari pembenaran tetapi saatnya berbuat. Ada banyak hal yan...

Nilai Pappasang 1

PAPPASANG : MENYIBAK   NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA LOKAL (Bagian 1) Labbiri, S.Pd.,M.Pd. Guru Inti Pusat Belajar Guru (PBG) Kab. Gowa Pappasang Turiolo atau disingkat Pappasang biasa dipadankan dengan nasihat, wejangan, atau petuah leluhur. Termasuk jenis sastra lisan Makassar yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang berlatar belakang bahasa dan budaya Makassar diwariskan secara turun-temurun   dari mulut ke mulut. Pappasang ini mengungkap tidak saja budaya tetapi menyentuh sisi-sisi lokalitas kehidupan manusia karena banyak mengandung   falsafah hidup yang mendalam yang patut diketahui sebab penuh dengan nilai-nilai universal dan dapat diterapkan dalam konteks kehidupan kekinian. Pappasang dapat muncul dari kalangan penguasa atau raja dan pejabat kerajaan yang nantinya menjadi ketentuan atau undang-undang di dalam wilayah kekuasaannya.Mungkin   pula berasal dari kalangan guru atau ulama serta tokoh-to...

Merdeka

Memaknai Kemerdekaan dengan Etos  Reso Abd . Karim Tahir Ketua Pusat Belajar Guru (PBG) Gow a 17 Agustus tahun ini, kemerdekaan bangsa kita   genap berusia 74 tahun. Berbagai peristiwa silih berganti   menghiasi panggung sejarah bangsa ini, yang kesemuanya akan menjadi titian menuju kedewasaan sebagai sebuah bangsa. Kemerdekaan ini adalah sebuah hadiah dari Allah SWT sebagai buah dari kerja keras bangsa Indonesia selama bertahun-tahun melawan penjajahan.      Fakta   bercerita bahwa sejak kaum penjajah menginjakkan kakinya di bumi Indonesia perlawanan itu sudah dimulai. Tahun 1569 tercatat sebagai awal kadatangan bangsa Belanda di Indonesia mereka mendarat di Pelabuhan Banten namun diusir oleh orang-orang Banten karena sikapnya yang tidak bersahabat. Dan sepanjang usia penjajahan, bumi Indonesia   tidak pernah sepi dari kisah heroik yang diperankan oleh putra-putri terbaiknya. Mereka paham betul, perubahan dari bangsa terjajah menja...

CALISTUNG PADA PAUD, PENTINGKAH?

CALISTUNG PADA PAUD , PENTINGKAH? SALMA, S.Pd.,M.Pd Guru Inti Pusat Belajar Guru (PBG) Kab. Gowa U ndang-Undang   No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1,   pasal 1, butir 14 menyatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya   pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan   dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak ...

KEARIFAN LOKAL DALAM SASTRA KELONG

            Pencerminan Kearifan Lokal Dalam Sastra Kelong Jumaena Guru Inti Pusat Belajar Guru (PBG) Kab. Gowa Berpikir kritis dan kreatif, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi adalah kompetensi abad 21 yang mesti dikuasai oleh para pembelajar. Kompetensi ini hendaklah dibudayakan oleh peserta didik mengingat manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pada dasarnya dalam kebudayaan Indonesia yang diwariskan secara turun temurun, kemampuan-kemampuan tersebut sudah ada. Hanya saja, belum digali dan dikembangkan. Pemahaman masyarakat tentang kebudayaan dan kearifan lokal daerah sangat minim dan semakin hari malah semakin berkurang. Salah satu penyebabnya adalah semakin derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang memberikan pengaruh bagi kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini tentu saja suatu realita yang cukup memprihatinkan karena kearifan lokal adalah aset bangsa yang sejak dahulu dipercaya sebagai identitas bangs...